Menelusuri Paham Sufisme Sesat

(Sebuah Resensi Dari Buku Naqdhu al-Sufiah)

Nabi Muhammad SAW datang membawa risalah Tuhan yang termaktub dalam kitab suci al-Qur'an. Kesemuanya itulah inti ajaran agama Islam. Islam sendiri datang sebagai penerang bagi seluruh makhluk Tuhan dengan membawa satu tujuan komprehensif yaitu rahmatan lil 'alamin. Maka Nabi Muhammad SAW menelurkan manhaj dan konsep-konsep bagi ummatnya untuk menggapai sa'âdatu dâraini (kebahagiaan dunia dan akhirat), yang kesemuanya itu termaktub dalam sunnahnya.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, muncullah manhaj-manhaj baru yang kebanyakan darinya menyimpang dari inti ajaran Islam. Al-Qur'an menyebutnya dengan al-subul (jalan-jalan). Manhaj-manhaj tersebut dikatakan menyimpang karena ia dibawa oleh sebagian orang yang memasukkan sesuatu yang keluar bahkan merusak ajaran Islam ke dalam ajaran tersebut, walaupun niat awal mereka untuk islah.

Satu dari sekian banyak manhaj baru itu adalah tasawuf atau sufisme. Namun, perlu diketahui bahwa tasawuf atau sufisme sendiri ada yang baik dan buruk. Yang pertama mengajak pengikutnya untuk selalu bermuhasabah dan mengingat Allah Swt, sementara yang kedua adalah sebaliknya yaitu sesat bahkan menyesatkan. Kelompok ini keluar dari ajaran Islam karena paham-paham yang diusung para pengikutnya menyimpang dari Islam, agama yang dibawa oleh nabi akhir zaman. Paham-paham apa saja yang dibawa pengikut kelompok ini sehingga disebut menyimpang? Lalu mengapa paham-paham tersebut dikatakan menyimpang dari ajaran Islam?

Adalah sebuah buku yang berjudul "Naqdhu al-Sûfiah" yang akan menjawab semua pertanyaan di atas. Buku yang dikarang oleh Amir Hasan Amir ini mengajak kita untuk menelusuri seluk beluk tasawuf yang menyesatkan tadi, sehingga pada akhirnya kita akan mengetahui dan mengerti betapa tasawuf ternyata juga ada yang menjerumuskan.

Pada awal bab, buku setebal 446 halaman ini menjabarkan secara global tentang tarikh pertumbuhan paham tasawuf yang kemudian disusul dengan pembahasan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui oleh tiap sufi. Seorang sufi harus meniti tiap tingkatan tersebut mulai dari al-murid, al-naqieb, al-khalifah, khalifatul khulafa', al-nâib, nâib 'amm lit thariqah, wakilun lit thariqah, dan tingkatan yang tertinggi yaitu syaikh al-thariqah. Tiap-tiap tingkatan tadi mempunyai tugas dan kewajibannya masing-masing yang mana itu semua harus dikerjakan oleh tiap sufi. Akhir bab pertama ini menjelaskan macam-macam thariqah sufiah yang ada dalam agama Islam saat ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ummat Islam Indonesia juga banyak yang mengikuti aliran tasawuf yang sering disebut dengan thariqah. Berbagai macam thariqah tersebar luas di Indonesia, mulai dari thariqah naqsyabandiyah hingga tijaniyyah ada di sana.

Kemudian dengan bukunya, Amir Hasan Amir mengajak kita untuk menelusuri asal usul para ulama sufi, mulai dari Abdul Wahâb al-Sya'râni yang wafat pada tahun 973 H hingga Abu al-Husein al-Nûri. Disebutkan dalam buku ini 45 ulama sufi, karena pada dasarnya tiap thariqah sufiah memiliki mursyid dan pendiri sendiri serta kitab pegangan yang nantinya dijadikan pedoman bagi tiap pengikut thariqah tersebut. Ini semua akan kita temukan pada bab kedua dari buku ini.

Setelah dua bab muqaddimah tadi, barulah penulis buku ini mengajak kita untuk turut serta dalam menyelami dan mendalami paham-paham aliran sufisme secara eksplisit yang dianggapnya sesat. Ia memulainya dengan pembagian ilmu dalam sufisme. Ternyata ilmu di dalam sufisme terbagi menjadi dua, 'ilmu zâhir dan ilmu bathin. Yang pertama berkenaan dengan ilmu syari'ah dan ia dimiliki oleh para ulama biasa yang bukan sufi, sementara yang kedua berkenaan dengan ilmu laduni dan ia dimiliki oleh mereka para ulama sufi. Orang-orang sufi mengklaim bahwasannya mursyid atau syaikh thariqah mereka memiliki ilmu bathin yang tidak dimiliki oleh orang-orang awam biasa.

Kemudian dijelaskan pula tentang karamah yang ada dalam sufisme. Karamah ialah suatu kelebihan yang diberikan Allah Swt kepada hambaNya yang shâlih. Macam-macamnyapun banyak seperti menghidupkan kembali orang-orang yang telah meninggal dunia, berbicara kepada hewan, berjalan di atas air dan lain sebagainya. Karamah memang ada dan ia hanya untuk hamba Allah Swt yang shâlih, namun mereka (orang-orang sufi) menganggap bahwasannya karamah yang dimiliki oleh para ulama sufi adalah sama dengan mu'jizat yang diberikan Allah Swt untuk para nabi. Inilah satu dari sekian banyak aqidah yang melenceng dari Islam. Penulis buku ini berusaha untuk meluruskan paham tersebut. Ia menjelaskan bahwa karamah tidak seperti mu'jizat dan tidak pula menyerupainya.

Selanjutnya dijelaskan pula mengenai adanya syirik atas Allah Swt di dalam sufisme. Pertama tentang aqidah wihdatul wujud yang diusung sebagian ulama sufi. Paham wihdatul wujud beranggapan bahwasannya setiap makhluk yang ada di atas bumi ini mulai dari hewan, tumbuh-tumbuhan, benda mati, malaikat dan jin adalah satu senyawa yaitu Allah Swt. Maka, semua yang ada di alam semesta adalah Allah Swt. Paham ini dianggap syirik atas Allah Swt karena ia menjadikan seluruh makhluk sebagai tuhan. Sehingga nantinya bisa diambil kesimpulan yaitu menghalalkan beribadah kepada selain Allah Swt karena pada hakikatnya ia juga menyembah Allah Swt. Inilah paham yang diusung sebagian ulama sufi seperti al-Halâj dan Syeikh Siti Jenar di Indonesia yang pada akhirnya ia harus dipenggal oleh Walisongo karena bersikeras mempertahankan keyakinannya itu. Penulis buku inipun memberikan dalil-dalil yang berkenaan dengan paham ini. Selain wihdatul wujud ada pula syirik yang lainnya yang dipaparkan dalam buku ini seperti tawassul kepada makam aulia' dan ulama shâlih, padahal Islam telah mengajarkan ummatnya adab dan tata cara ziarah kubur.

Masih banyak yang dijelaskan Amir Hasan Amir dalam bukunya ini, sehingga membuat kita kian tertarik untuk terus menggali semua isi buku tersebut. Buku ini sangat cocok sekali bagi mahasiswa terutama mereka yang bergelut di bidang aqidah. Namun, buku ini juga bisa menambah koleksi khazanah ilmu aqidah untuk mahasiswa lainnya dan tidak ada ruginya jika kita juga ikut membacanya.[nerazzura]

1 comments:

Anonymous Tuesday, June 03, 2008 6:04:00 am  

Mudah2an kita diberi petunjuk kepada Tasauf yang Benar

Jejak Kata


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

INDONESIA BLOG DIRECTORY